Selasa, 17 Februari 2015

Mulailah SEKARANG



Mulailah SEKARANG
Memulai sesuatu yang tidak biasa dilakukan memang gampang-gampang sulit. Menjadi pelopor itu memang butuh perjuangan yang keras, bukan sebatas menunggu dan malas. Banyak orang untuk memulai rasanya sangat berat, bahkan kebanyakan dari mereka enggan. Rasa malas ini menjadi salah satu sebab dominan yang mereka punya. Rasa malas ini menjadikan mereka tetap diam dan stuck, tidak melakukan perubahan apapun. Memang semua manusia pernah mengalami rasa malas, saya sendiri pun sering mengalami, tetapi ketika kita tidak bisa melawan nya bagaikan hari ini hujan dan kita harus pergi ke suatu tempat dan itu sifatnya wajib, tapi malah kita memilih tinggal di rumah dan tidak pergi padahal kita sudah punya mantel untuk dapat melindungi perjalanan kita.
Mulailah SEKARANG, iya mulailah lah detik ini juga. Jangan menunggu besok, lusa, minggu depan, bulan depan, atau tahun depan. Biasanya sesuatu yang ditunda itu tak akan dikerjakan, karena kita juga belum tau apa yang menjadi tantangan ke depan nya. Jadi bergeraklah sekarang, selagi ingat dan sehat, karena belum tentu besok dan seterusnya kita masih diberikan nikmat hidup oleh Allah SWT.
Perubahan itu perlu bagi setiap manusia. Introspeksi diri menjadi kebutuhan kita semua. Untuk melakukan perubahan itu haruslah sekarang, apalagi berubah untuk lebih baik, jangan lah ditunda. Kebaikan itu akan memberikan segenggam harapan bagi kita setiap insan manusia. Sudah saatnya kita melihat ke depan, bukan mengingat masa lalu yang menyeramkan dan menjadi takut melangkah ke depan. Maju bergerak bersama dan yang pasti mulailah sesuatu yang baik dari sekarang. Kalo tidak sekarang, mau kapan lagi?

Minggu, 15 Februari 2015

"CATATAN KEBANGSAAN": Korupsi, Masih Menjadi Permasalahan Bangsa

Korupsi, Masih Menjadi Permasalahan Bangsa
Sebuah catatan kebangsaan yang dari dulu hingga sekarang masih menjadi renungan, adalah budaya KORUPSI. Budaya ini seakan menjalar ke seluruh lini, dari yang terkecil dan terbesar semuanya berinteraksi. Entah dari siapa budaya ini lahir, tetapi budaya ini memang sudah banyak menggerogoti departemen-departemen dan lingkungan khususnya pemerintah. Budaya ini seakan kental secara turun temurun dan mayoritas masyarakat menganggap, budaya ini sangat sulit untuk diberantas. Ketika menangkap salah satu orang yang melakukan korupsi, ibarat memotong satu daun padahal masih ada daun-daun yang lain, dan itu jumlahnya banyak. Dari oknum pemerintahan hingga oknum kecil-kecilan, semua di korupsi, bahkan uang haji saja di korupsi, belum lagi ketua tertinggi Mahkamah Konstitusi (MK) tidak luput dari yang namanya korupsi. Kemudian dari adanya gejala tersebut, bagaimana solusi terbaik untuk meminimalisir atau bahkan menghilangkan budaya buruk ini? Jika ini dibiarkan, maka yang pasti akan merugikan diri sendiri, masyarakat, dan bangsa Indonesia tentunya, yang notabene dipandang sebagai negara yang cinta damai dan ramah. Pujian itu seolah runtuh dan tidak bernilai apapun akibat ketidakberesan kita dalam memberantas permasalahan yang satu ini. Ini merupakan permasalahan bangsa dan menjadi PR bagi kita semua.
Sumber dari www.jpnn.com pada tanggal 09 Desember 2014, terdapat 9 kasus korupsi yang menarik sepanjang tahun 2014. 9 kasus ini sangat bermacam, dari mulai korupsi transjakarta, pengadaan puskesmas, dan pengadaan angkutan. Dari sumber blog http://panduanmenarik.blogspot.com ada 5 kasus korupsi yang menarik pada tahun 2013. Korupsi pada tahun ini banyak melibatkan praktisi-praktisi partai, yang notabene pemikir dan cendekiawan. Sebagai panutan masyarakat, malah mereka terjerat kasus korupsi. Masih banyak sebenarnya kasus-kasus lain, kasus-kasus yang intinya sama, yaitu menggelapkan sejumlah uang untuk kepentingan pribadi maupun golongan.
Sebenarnya apa yang menjadikan mereka tergiur untuk melakukan tersebut? Mereka ini orang pintar, mereka ini panutan semua orang, mereka ini orang yang mengerti aturan, mereka ini orang yang dipandang, kok melakukan seperti itu? Ternyata penyebab utama adalah, kurangnya akhlak pada diri mereka. Pendidikan yang ada di Indonesia ini memang kurang menitikberatkan pada aspek akhlak. Akhlak pada diri mereka yang sekarang duduk di kursi jabatan tertinggi sangat lah kurang bahkan dibawah standar, masa iya sih mau disamain sama binatang? Emang kelakuan nya kaya binatang, bahkan lebih rendah dari binatang. Orang pintar bahkan cerdas, tetapi akhlak dalam dirinya tidak ada, diibaratkan handphone dengan harga tinggi hingga berjuta-juta tetapi tidak ada buku panduan nya. Akhlak ibarat penunjuk jalan, yang selalu mengantarkan kepada kebenaran. Penunjuk jalan akan selalu memberikan navigasi yang benar, tidak akan pernah menjerumuskan pemakainya. Akhlak juga lah yang membuat mereka akan merasa bahwa kerja mereka akan diawasi oleh Allah langsung, Pengawas Kehidupan Semesta. Ketika akhlak mereka terjaga, maka hal yang mustahil jika mereka melakukan curang apalagi mengambil uang yang bukan hak nya.
Maka solusi yang terbaik adalah pembenahan akhlak kepada masyarakat Indonesia, terutama generasi muda yang nantinya akan menggantikan posisi mereka yang menjadi atasan. Generasi muda ini menjadi salah satu nyawa yang tersisa, dimana ketika kita bisa mendidik generasi muda secara baik dan benar, maka secara logika mereka akan melakukan pekerjaan nya dengan tanggung jawab dan ketika mereka sudah berada di posisi yang vital, baik dalam pemerintahan ataupun jabatan penting lainnya, maka dia akan melakukan pekerjaan nya sesuai dengan amanat yang diberikan, dan akhlak sebagai pengatur dalam tingkah lakunya. Pemerintah harusnya memperhatikan ini sebagai langkah konkrit demi kemajuan negeri kita tercinta yaitu Indonesia.


Mecintaimu dalam Diam


Mecintaimu dalam Diam
Menghargaimu merupakan kekuatanku untuk menggapai dirimu
Melihatmu, aku takut jika aku terlalu berlebihan denganmu
Menjaga dari maksiat, aku takut kita terjerumus dalam nikmat yang sesaat
Maka dari itu aku lebih memilih diam dan mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Alam

Mempersiapkan diri, itu yang sedang aku lakukan untuk menggapai cinta yang hakiki
Karena aku tau, untuk mendapatkan cinta berkelas haruslah berjuang keras
Bukan penilaian dunia semata, tapi bagaimana yang bisa mengantarkan ke surga yang sebenarnya
Surga di negeri akhirat kelak

Aku mencintaimu dalam diam
Bukan karena aku tak menghargai, tetapi untuk menjaga diri
Aku mencintaimu dalam diam
Karena aku ingin memantaskan diri sebelum mengajak engkau ke jenjang yang lebih tinggi

Terkesan berlebihan tapi itulah yang bisa aku lakukan
Kalo memang kita sudah ditakdirkan bersama
Semesta tidak akan bisa memisahkan
Karena Allah sudah menakdirkan kita untuk hidup bahagia


Karya: MSFR

Mahasiswa Menorehkan Sejarah


Mahasiswa Menorehkan Sejarah
True story, seorang mahasiswa yang berhasil menorehkan sejarah, sejarah yang menjadikan namanya melambung tinggi diatas awan. Dengan kegigihan serta semangat demi mewujudkan perubahan, anak muda ini menjadi seorang inspirator bagi teman-teman nya. Mahasiswa yang bernama Khulqian Afief, menjadi pemenang lomba cipta lagu Hymne dan Mars IAIN Purwokerto pada tanggal 3 Januari 2015.
STAIN Purwokerto resmi berubah nama menjadi IAIN Purwokerto sejak ditetapkan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 19 Desember 2014 di Istana Negara Jakarta. Dengan alih status tersebut, pihak birokrat kampus mengadakan event “Sayembara Logo, Jaz Almamater, Hymne dan Mars IAIN Purwokerto”. Event ini menjadi ajang yang sangat luar biasa, karena nantinya karya pemenang akan dijadikan brand kampus IAIN Purwokerto. Jati diri kampus IAIN Purwokerto akan tercermin dari Logo, Jaz Almamater, Hymne, dan Mars nya.
Dengan event tersebut, salah satu mahasiswa bernama Khulqian Afief (biasa dipanggil afif) mahasiswa semester 5 mengambil jurusan PAI di IAIN Purwokerto, tergugah semangatnya untuk mengikuti event itu dan ingin mewujudkan cita-cita nya sebagai seorang musisi yang tidak dipandang sebelah mata. Afif seorang anak musik, dia aktif dalam organisasi mahasiswa bernama MASTER (Musik Anak IAIN Purwokerto). Dia banyak menimba ilmu dan pengalaman akan musik di organisasi tersebut. Dengan ilmu yang sudah didapatkan, dia akhirnya menulis lirik lagu Hymne dan Mars IAIN Purwokerto. Afif berkata, “Ini akan menjadi ajang yang menarik untuk langkah awal saya menjadi seorang inspirator”.
Pada tanggal 29 Desember 2014, nominator lomba diumumkan oleh pihak kampus IAIN Purwokerto. Ada 13 karya Hymne dan Mars yang masuk kemudian berhasil disaring menjadi 3 besar dan salah satunya adalah karya Afif. Karya tersebut akan di presentasikan pada tanggal 3 Januari 2015 di hadapan para juri dan seluruh civitas akademika. Setelah mendengar kabar baik ini, Afif dan teman-teman MASTER lainnya, berlatih dan terus berjuang untuk menghadapi final sayembara tersebut.
Akhirnya pada tanggal 3 Januari 2015 menjadi saksi sejarah perjuangan setelah dinobatkan oleh juri, bahwa Afif sebagai pemenang lomba cipta lagu Hymne dan Mars IAIN Purwokerto dan dengan itu karyanya akan menjadi lagu wajib yang harus di hafalkan oleh seluruh masyarakat IAIN Purwokerto. Afif telah membawa dirinya dan membawa nama organisasi MASTER berkobar tinggi dan berhasil menorehkan sejarah, sejarah yang akan selalu dikenang terus sepanjang hidupnya. Inilah buah manis dari semangat dan perjuangan yang tidak kenal lelah.
Tidak ada kata hancur sebelum membangun, tidak ada kata gagal sebelum mencoba, dan tidak ada kata sukses sebelum bertindak. Cerita tersebut telah memberikan kita pencerahan bahwa perubahan butuh tindakan, mimpi harus diwujudkan dengan tindakan, janganlah takut bermimpi dan mencoba. Saya harap tulisan ini bisa memberikan semangat bagi para kaum muda,  karena sekarang lah tiba saatnya “KAUM MUDA YANG BERKARYA”.

Sabtu, 14 Februari 2015

Fenomena Valentine Day




Fenomena Valentine Day
Tadi pagi ketika saya sarapan, saya melihat di salah satu televisi swasta di Indonesia, menyiarkan bahwasanya fenomena hari kasih sayang (katanya) yang disebut Valentine Day, itu menjadi ajang hangout para remaja-remaja  untuk melakukan hal yang bebas, bebas dalam mengutarakan cinta karena dipandang hari kasih sayang  dan bahkan sebagai ajang melakukan free sex besar-besaran. Fenomena yang sangat mencengangkan ini, diduga didukung dengan adanya paket coklat dari para penjual coklat yang sengaja menyisipkan kondom di dalamnya. Paket yang semula hanya isi coklat kemudian disisipkan kondom, untuk apa? Sekali lagi, hari Valentine Day ini menjadi ajang para remaja untuk menanggalkan kehormatan kepada seorang kekasih nya. Alasan cinta menjadi salah satu pusaka yang diberikan para remaja untuk dapat mendapatkan kenikmatan sementara. Miris sungguh miris.
Merujuk dari buku Udah Putusin Aja karya Felix Siauw, pada tahun 2005, Koran Pikiran Rakyat mengadakan sebuah angket dari 413 responden yang menjawab angket secara sah, 26,4% di antaranya mengaku lebih suka merayakan Valentine bersama gebetan atau kekasih dengan jalan-jalan, makan-makan, lalu berciuman (melakukan hubungan seks). Dari beberapa data yang di kumpulkan, juga bisa kita lihat di media, penjualan kondom seminggu sebelum dan setelah Valentine Day meningkat 40-80% di setiap gerainya, bahkan sering kali ada yang sold-out. Beberapa gerai bahkan tidak malu-malu lagi memajang paket cokelat Valentine Day yang dibanderol langsung dengan sebungkus kondom. Dari situ saja sudah bisa dilihat, betapa buruk nya dampak dari Valentine Day, apalagi sekarang tahun 2015???
Sebenarnya jika kalian ingin berfikir dan merenung sejenak, perayaan Valentine Day ini menguntungkan bagi mereka, para investor asing yang memiliki perusahaan coklat serta kondom. Dengan hegemoni mereka bahwa Valentine Day adalah hari kasih sayang, maka semakin besar para investor-investor ini meraup keuntungan. Hegemoni Kapitalis ini sudah merasuki hampir semua lini dan salah satunya adalah Valentine Day. Kita sebagai masyarakat menjadi boneka mereka, boneka yang siap menghabiskan uang untuk mereka, kemudian mereka semakin kaya dan untung. Masih belum memikirkan? Yuk renungkan sejenak.
Jadi sudah sepantasnya kita tidak merayakan nya. Menurut saya, hari kasih sayang itu semua hari, dan terutama kita sebagai anak, kasih sayang lah pada ibu dan bapak, karena dengan mereka kita semua bisa hidup hingga sampai sekarang ini. So, jangan mau kita terhegemoni oleh budaya kapitalis dan hedonis ini, jadilah masyarakat yang cerdas dan mengerti akan esensi dari hari kasih sayang yang sebenarnya.